resep aneka masakan dan kue

Bahan pie :• 50 gr gula pasir, haluskan
• 125 gr Margarine
• 250 gr Tepung Terigu
• 1 butir Kuning TelurBahan cake :

• 80 gr Gula Pasir
• 75 gr Mentega Kocok
• 60 gr Tepung Terigu
• 15 gr Susu Bubuk
• 8 Butir Kuning Telur

Topping :

• Butter Cream siap pakai
• Kurma, Belah dua

Cara Membuat :

• Kulit : Kocok Gula pasir dan margarin hingga lembut, masukkan kuning telur kemudian kocok rata. Setelah itu tambahkan terigu dan aduk rata
• Masukkan adonan dalam cetakan pie beroles margarin, tusuk tusuk dasarnya dengan garpu
• Cake : Kocok gula pasir dankuning telur hingga mengembang, masukkan terigu dan susu bubuk, aduk rata. Masukkan dan kocok mentega kemudian aduk rata.
• Tuang adonan cake diatas kulit pie , panggang dalam oven 170 C hingga matang.
• Angkat
• Tambahkan buter cream, tempelkan kurma, hias sesuai dengan selera. Sajikan.

 

Resep Kue – Puding Warna Spesial

Bahan :

• 400 cc susu segar
• 100 gr gula paisr
• 2 batang agar agar
• 2 butir telur ayam
• Vanili secukupnya

Cara membuat :

• Agar agar direndam dalam air dingin selama 15 menit, kemudian dimasak hingga hancur
• Masukkan susu dan gula pasir sambil diaduk aduk
• Kocok kuning telur ditambah sedikit gula kemudian campurkan ke sus sambil diaduk perlahan. Setelah itu masukkan agar agar yang telah dimasuk sambil disaring.
• Setelah tercampur baru Anda masukkan kedalam putih telur kemudian aduk hingga rata
• Beri pewarna sesuai dengan selera
• Masukkan kedalam cetakan yang sudah dibasahi sedikit dengan air
• Biarkan hingga keras kemudian dipotong potong.
• Sajikan untuk keluarga anda

Sate Sumatra

Bahan – Bahan :

  • 1 kg Daging ayam
  • 1 butir kelapa, dibuat santan
  • Tusuk Sate

Bumbu – bumbu :

  • 15 biji cabe merah
  • 6 biji bawang merah
  • 1 sendok teh jintan
  • 3 butir jintan manis
  • 1 potong lengkuas
  • 4 siung bawang putih
  • 6 butir kemiri
  • 2 helai daun jeruk purut
  • 1 sendok makan ketumbargaram, jahe dan daun kunyit

Cara memasak :

  • Daging dipotong besar – besar
  • Semua bumbu digerus halus, kecuali daun jeruk purut dan daun kunyit
  • Masukkan  ke dalam panci yang berisi santan, begitu juga daging dan garam terus dimasak sampai kering airnya da lunak.
  • Kemudian tusuklah dengan tusuk sate dan

Ayam Goreng

Bahan – Bahan :

1 ekor ayam agak besar
1/2 kg kacang mede
3 s.m wijen
minyak untuk menggoreng

bumbu-bumbu :

1 s.m gula & ang ciu
2 s.m tepung maizena
1 s.t garam
1/2 s.t lada
1 btr telur

Cara memasaknya :

1. Bersihkan ayam dan buang tulangnya, masukkan bumbu-bumbunya diamkan selama 15 menit

2. Siapkan kacang mede yang sudah dicincang halus, dan wijen dalam sebuah piring lalu lumuri ayamnya.

3. Panaskan minyak dalam kuali, setelah panas masukkan ayamnya dan digoreng sampai warna kuning kecoklat-coklatan.

4. Dapat dihidangkan dengan sambal bajak atau saus tomat

 Udang goreng saos tiramBahan :500 gr udang ukuran besar, kupas, sisakan ekornya, belah punggungnya

1/2 sdt oregano kering

1/2 sdt merica bubuk

1 sdm air jeruk nipis

1/2 sdt garam halus

1 butir telur ayam, dikocok

50 gr tepung maizena

2 sdm mentega

50 gr bawang bombay, iris tipis

2 siung bawang putih, cincang halus

3 buah cabe merah, buang bijinya, iris menyerong 1 cm

125 gr biji jagung manis kalengan

1 sdm saus tiram

1/2 sdt merica bubuk

1/2 sdt garam halus

15 helai daun kucai, potong 2 cm

Cara membuat :
Rendam udang bersama oregano, merica, air jeruk nipis, dan garam. Diamkan selama 30 menit. Tiriskan.

Celupkan dalam telur kocok, angkat, gulingkan dalam tepung maizena hingga rata.

Goreng udang dalam minyak panas hingga kekuningan. Angkat dan tiriskan.

Panaskan mentega, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.

Masukkan cabe dan jagung manis. Aduk hingga cabe layu. Lalu masukkan udang goreng, aduk rata.

Tambahkan saus tiram, merica, dan garam. Aduk hingga sayuran matang.

Masukkan kucai, aduk dan angkat. Sajikan panas-panas.

Resep Masakan – Ayam Mentega
Bahan-bahan :1 ekor ayam potong kecil-kecil (35 bagian)

2 sdm kecap asin

2 sdm saos Inggris

2 sdm Ang chiu (arak Cina)

10 buah lokio dibelah 2 bagian

7 sdm kecap manis

3 buah jeruk limau dibelah 2 bagian

3 sdm mentega

1/2 sdt lada bubuk

1/2 buah bawang bombai dirajang

4 siung bawang putih dicincang

Garam secukupnya

Cara Membuat:

Lumuri ayam dengan satu sendok makan kecap asin, satu sendok teh garam, satu sendok makan kecap inggris, diamkan selama 15 menit.

Goreng ayam hingga kecoklatan, sisihkan.

Tumis bawang putih dan bawang bombai dengan mentega hingga harum.

Campur jadi satu, saos inggris,kecap manis, kecap asin dan angchiu.

Tuangkan campuran saos ke dalam tumisan bawang, masukkan lokio, ayam, air jeruk limau beserta kulit jeruk limau dan lada.

Teruskan menumis hingga bumbu menyerap ke dalam ayam, sajikan.

Resep Masakan – Ayam goreng Mbok Berek
Resep kiriman Yohana Wu Portland, (Oregon).Bahan :
1 ayam yg gemuk dan muda

8 bawang merah

3 siung bawang putih

1 ibu jari langkuas

4 lembar daun salam

garam secukupnya

air kelapa

minyak utk menggoreng
Cara membuatnya :
Ayam setelah dibersihkan dibelah dua. Taruh di wajan, bubuhi bumbu-2 ( 2 macam bawang dan garam ) yg telah ditumbuk halus.

Langkuas dipukul sampai pecah-pecah, salam dibiarkan utuh. Tuangi air kelapa, tutup wajannya, godok dgn api besar. Jika sudah mendidih apinya dikecilkan.

Godok sampai ayamnya empuk. Lalu goreng dgn minyak yg panas sekali.

Bistik Ayam 

Bahan :

• 1 ekor ayam dalam negeri
• 1 butir telur ayam
• 100 gr tepung roti
• 50 gr tepung terigu
• 3 sendok makan saos tomat
• 1 sendok makan gula pasir
• 1 sendok teh cuka
• 4 helai daun selada
• 1 buah tomat merah
• 1 buah mentimun
• Garam secukupnya
• Lada secukupnya

Cara memasak :

• Ayam dibersihkan, buang tulang, kaki dan bagian kepala. Diiris tipis, beri garam, lada secukupnya.
• Tambahkan teoung terigu ke seluruh irisan ayam hingga rata.
• Campurkan telur yang sudah dikocok, tambahkan lagi tepung roti sampai rata hingga ayam tertutup tepung.
• Panaskan minyak, kemudian goreng hingga kekuningan.
• Tambhakan gorengan kentang sebesar jari dan iris mentimun dan tomat
• Panaskan saos tomat, beri gula dan cuka.
• Ayam disusun diatas piring datar, beri daun selada.
• Siramkan saos tomat ke atas ayam.
• Sajikan

Gulai Ayam

Bahan :

• 1 ekor ayam sedang
• 10 buah cabe merah
• 10 buir bawang mera, diiris
• 4 siung bawang putih, diiris halus
• 1 ruas kunyit
• 1 ruas lengkuas
• 4 sendok makan ketumbar
• 5 sendok makan minyal samin
• 1 sendok teh adas halus
• 1 potong kayu manis
• 1 sendok teh pala
• 1 sendok asam jawa
• 2 sendok makan kelapa gongseng dihaluskan
• 2 ½ gelas santan
• Sejumput jinten

Cara memasak :

• Ayam dipotong-potong, cuci bersih, tiriskan
• Haluskan cabe, kunyit dan lengkuas
• Tumis bawang mera, bawang putih dan kayu manis dengan minyak samin sampai kering dan kuning, masukkan cabe dan goreng sebentar.
• Masukkan ketumbar halus serta potongan ayam, beri air secukupnya, rebus hingga empuk
• Masukkan santan dan air asam jawa, aduk
• Bila santan mendidih angkat dan siap dihidangkan

Daging Sambal Goreng Merah 

Bahan :

300 gr daging berlemak
500 cc santan cair
250 cc santan kental
200 gr tomat merah, belah empat
2 lembar daun salam
1/2 jari lengkuas, memar
minyak goreng

Bumbu dihaluskan :

10 butir bawang merah
2 siung bawang putih
5 cabai merah
garam dan gula jawa secukupnya

Cara memasak :

Daging dibersihkan dari uratnya kemudian potong ukuran sedang
Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan daun salam dan lengkuas hingga baunya harum.
Masukkan daging dan aduk rata
Santan cair dimasukkan dan masak hingga dagingnya lunak
Masukkan santan kental dan kecilkan api sambil diaduk hingga mendidih
Masukkan irisan tomat, masak terus sampai tomatnya layu dan santannya susut.
Angkat dan hidangkan

Resep Cumi Saus Tiram

Bahan Cumi Saus Tiram:

  • 350 gr cumi, bersihkan dan potong kotak
  • 1 bh jeruk nipis
  • 5 sdt saus tiram
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 8 siung bawang putih rajang halus
  • 2 genggam asparagus
  • 3 sdt gula pasir
  • 2 batang daun bawang potong kecil
  • 1 bh bawang bombay potong kecil
  • 3 sdm minyak

Cara Membuat Resep Cumi Saus Tiram:

  1. Rendam cumi dalam perasan air jeruk nipis, diamkan selama 30 menit
  2. Tumis bawang putih dalam minyak, sampai agak gosong
  3. Masukkan cumi
  4. Aduk sampai cumi agak kaku
  5. Masukkan bahan-bahan lainnya
  6. Masak hingga cumi matang

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

macam-macam metode pembelajaran

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Metodolgi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.

Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.

Beberapa metode mengajar

1. Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.

Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :

a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :

a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

2. Metode diskusi ( Discussion method )

Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :

a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :

a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :

a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

3. Metode demontrasi ( Demonstration method )

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).

Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).

Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :

a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)

Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :

a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

4. Metode ceramah plus

Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :

a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).

Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.

Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :
1). Penyampaian materi oleh guru.
2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3). Pemberian tugas kepada siswa.

b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)

Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.

c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)

5. Metode resitasi ( Recitation method )
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri

Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :
a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :
a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)

6. Metode percobaan ( Experimental method )

Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)

Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.

Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :

a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :

a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.

Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.

Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (a) Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa. (b) Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih. (c) dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan , maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu. (d) Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih , maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu. (e) Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bias diadakan percobaan karena alatnya belum ada.

Prosedur eksperimen menurut Roestiyah (2001:81) adalah : (a) Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksprimen,mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksprimen. (b) memberi penjelasan kepada siswa tentang alat-alat serta bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam eksperimen, hal-hal yang harus dikontrol dengan ketat, urutan eksperimen, hal-hal yang perlu dicatat. (c) Selama eksperimen berlangsung guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen. (d) Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan di kelas, dan mengevaluasi dengan tes atau tanya jawab.

Metode eksperimen menurut Djamarah (2002:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri , mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.

Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. (b) dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia.

Kekurangan metode eksperimen :
(a) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal. (c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan. (d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.

Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.

Dalam metode eksperimen, guru dapat mengembangkan keterlibatan fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa mendapat kesempatan untuk melatih ketrampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang maksimal. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam dalam ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa diharapkan dapat diperkenalkan pada suatu cara atau kondisi pembelajaran yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga perilaku yang inovatif dan kreatif.

Pembelajaran dengan metode eksperimen melatih dan mengajar siswa untuk belajar konsep fisika sama halnya dengan seorang ilmuwan fisika. Siswa belajar secara aktif dengan mengikuti tahap-tahap pembelajarannya. Dengan demikian, siswa akan menemukan sendiri konsep sesuai dengan hasil yang diperoleh selama pembelajaran.

Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahap-tahap sebagai berikut : (1) percobaan awal, pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari. (2) pengamatan, merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut. (3) hipoteis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya. (4) verifikasi , kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. (5) aplikasi konsep , setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari. (6) evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep.
Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, , maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain , siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh, dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan .

Metode Eksperimen menurut Al-farisi (2005:2) adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah.

7. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.

Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.

Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. Menurut Roestiyah (2001:85) , karya wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata, ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, dan sebagainya.

Menurut Roestiyah (2001:85) ,teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran.

Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan, dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan, (b) Pelaksanaan karya wisata, dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu, (c) Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya.

Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya wisata itu, serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah, sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka, (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka, (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab, menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi, sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya, atau mencobakan teorinya ke dalam praktek, (d) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi, yang tidak terpisah-pisah dan terpadu.

Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna, ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah, sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah, maka perlu mempergunakan transportasi, dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah, maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. Bila tempatnya jauh, maka guru perlu memikirkan segi keamanan, kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut, perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya.

Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis, kepada peserta secara langsung, (b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya, (c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil, (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir.

Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan, (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi, (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal.

Menurut Djamarah (2002:105), pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang.

Metode karya wisata mempunyai beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran, (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat, (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa, (d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.

Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah, (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang, (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata, (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang unsure studinya menjadi terabaikan, (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan.

Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis, tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar.

Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar, (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah, (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis, (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum, apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum, jika ya, karya wisata dapat dilaksanakan, (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis, dan sistematis, (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, efek pembelajaran, serta iklim yang kondusif. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak, apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan, memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu, membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahan karya wisata yang akan datang.

8. Metode latihan keterampilan ( Drill method )

Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.

Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :

a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.

Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :

a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d. Dapat menimbulkan verbalisme.

9. Metode mengajar beregu ( Team teaching method )

Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.

10. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method )

Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri

11. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method )

Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.

12. Metode perancangan ( projeck method )

yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :

a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :

a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
d. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

13. Metode Bagian ( Teileren method )

yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.

14. Metode Global (Ganze method )

yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.

15. Metode Discovery

Salah satu metode mengajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery, hal itu disebabkan karena metode discovery ini: (a) Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif, (b) Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tidak akan mudah dilupakan siswa, (c) Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain, (d) Dengan menggunakan strategi penemuan, anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkannya sendiri, (e) dengan metode penemuan ini juga, anak belajar berfikir analisis dan mencoba memecahkan probela yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian diharapkan metode discovery ini lebih dikenal dan digunakan di dalam berbagai kesempatan proses belajar mengajar yang memungkinkan.

Metode Discovery menurut Suryosubroto (2002:192) diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorangan, manipulasi obyek dan lain-lain, sebelum sampai kepada generalisasi.

Metode Discovery merupakan komponen dari praktek pendidikan yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, beroreientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri dan reflektif. Menurut Encyclopedia of Educational Research, penemuan merupakan suatu strategi yang unik dapat diberi bentuk oleh guru dalam berbagai cara, termasuk mengajarkan ketrampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa metode discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja.

Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya.

Langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan menurut Suryosubroto (2002:197) yang mengutip pendapat Gilstrap (1975) adalah: (a) Menilai kebutuhan dan minat siswa, dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan tujuan yang berguna dan realities untuk mengajar dengan penemuan, (b) Seleksi pendahuluan atas dasar kebutuhan dan minat siswa, prinsip-prinsip, generalisasi, pengertian dalam hubungannya dengan apa yang akan dipelajarai, (c) Mengatur susunan kelas sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran siswa dalam belajar dengan penemuan, (d) Berkomunikasi dengan siswa akan membantu menjelaskan peranan penemuan, (e) menyiapkan suatu situasi yang mengandung masalah yang minta dipecahkan, (f) Mengecek pengertian siswa tentang maslah yang digunakan untuk merangsang belajar dengan penemuan, (g) Menambah berbagai alat peraga untuk kepentingan pelaksanaan penemuan, (h) memberi kesempatan kepada siswa untuk bergiat mengumpulkan dan bekerja dengan data, misalnya tiap siswa mempunyai data harga bahan-bahan pokok dan jumlah orang yang membutuhkan bahan-bahan pokok tersebut, (i) Mempersilahkan siswa mengumpulkan dan mengatur data sesuai dengan kecepatannya sendiri, sehingga memperoleh tilikan umum, (j) Memberi kesempatan kepada siswa melanjutkan pengalaman belajarnya, walaupun sebagian atas tanggung jawabnya sendiri, (k) memberi jawaban dengan cepat dan tepat sesuai dengan data dan informasi bila ditanya dan diperlukan siswa dalam kelangsungan kegiatannya, (l) Memimpin analisisnya sendiri melalui percakapan dan eksplorasinya sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, (m) Mengajarkan ketrampilan untuk belajar dengan penemuan yang diidentifikasi oleh kebutuhan siswa, misalnya latihan penyelidikan, (n) Merangsang interaksi siswa dengan siswa, misalnya merundingkan strategi penemuan, mendiskusikan hipotesis dan data yang terkumpul, (o) Mengajukan pertanyaan tingkat tinggi maupun pertanyaan tingkat yang sederhana, (p) Bersikap membantu jawaban siswa, ide siswa, pandanganan dan tafsiran yang berbeda. Bukan menilai secara kritis tetapi membantu menarik kesimpulan yang benar, (q) Membesarkan siswa untuk memperkuat pernyataannya dengan alas an dan fakta, (r) Memuji siswa yang sedang bergiat dalam proses penemuan, misalnya seorang siswa yang bertanya kepada temannya atau guru tentang berbagai tingkat kesukaran dan siswa siswa yang mengidentifikasi hasil dari penyelidikannya sendiri, (s) membantu siswa menulis atau merumuskan prinsip, aturan ide, generalisasi atau pengertian yang menjadi pusat dari masalah semula dan yang telah ditemukan melalui strategi penemuan, (t) Mengecek apakah siswa menggunakan apa yang telah ditemukannya, misalnya teori atau teknik, dalam situasi berikutnya, yaitu situasi dimana siswa bebas menentukan pendekatannya.

Sedangkan langkah-langkah menurut Richard Scuhman yang dikutip oleh Suryosubroto (2002:199) adalah : (a) identifikasi kebutuhan siswa, (b) Seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian, konsep dan generalisasi yang akan dipelajari, (c) Seleksi bahan, dan problema serta tugas-tugas, (d) Membantu memperjelas problema yang akan dipelajari dan peranan masing-masing siswa, (e) Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan, (f) Mencek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa, (g) Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penemuan, (h) Membantu siswa dengan informasi, data, jika diperlukan oleh siswa, (i) memimpin analisis sendiri dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses, (j) Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa, (k) memuji dan membesarkan siswa yang bergiat dalam proses penemuan, (l) Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya.

Metode discovery memiliki kebaikan-kebaikan seperti diungkapkan oleh Suryosubroto (2002:200) yaitu: (a) Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa, andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu, (b) Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer, (c) Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan, (d) metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri, (e) metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus, (f) Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan, (g) Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum diketahui sebelumnya, (h) Membantu perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.

Kelemahan metode discovery Suryosubroto (2002:2001) adalah: (a) Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain, (b) Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. (c) Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional, (d) Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan, (e) dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide, mungkin tidak ada, (f) Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti.

Metode Discovery menurut Rohani (2004:39) adalah metode yang berangkat dari suatu pandangan bahwa peserta didik sebagai subyek di samping sebagai obyek pembelajaran. Mereka memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Proses pembelajaran harus dipandang sebagai suatu stimulus atau rangsangan yang dapat menantang peserta didik untuk merasa terlibat atau berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Peranan guru hanyalah sebagai fasilitator dan pembimbing atau pemimpin pengajaran yang demokratis, sehingga diharapkan peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dalam bentuk kelompok memecahkan masalah atas bimbingan guru.

Ada lima tahap yang harus ditempuh dalam metode discovery menurut Rohani(2004:39) yaitu: (a) Perumusan masalah untuk dipecahkan peserta didik, (b) Penetapan jawaban sementara atau pengajuan hipotesis, (c) Peserta didik mencari informasi , data, fakta, yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah dan menguji hipotesis, (d) Menarik kesimpulan dari jawaban atau generalisasi, (e) Aplikasi kesimpulan atau generalisasidalam situasi baru.

Metode Discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah metode mengajar mempergunakan teknik penemuan. Metode discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip. Proses mental tersebut misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.

Pada metode discovery, situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher dominated learning menjadi situasi student dominated learning. Dengan pembelajaran menggunakan metode discovery, maka cara mengajar melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri.

Penggunaan metode discovery ini guru berusaha untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Sehingga metode discovery menurut Roestiyah (2001:20) memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta panguasaan ketrampilan dalam proses kognitif/ pengenalan siswa, (b) Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi / individual sehingga dapat kokoh atau mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut, (c) Dapat meningkatkan kegairahan belajar para siswa.

Metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar.

Cara mengajar dengan metode discovery menurut Mulyasa (2005:110) menempuh langkah-langkah sebagai berikut: (a) Adanya masalah yang akan dipecahkan, (b) Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik, (c) Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas, (d) harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan, (e) Sususnan kelas diatur sedemian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, (f) Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data, (g) Guru harus memberikan jawaban dengan tepat dengan data serta informasi yang diperlukan peserta didik.

14. Metode Inquiry

Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa , 2003:234).

Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik, namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan, melontarkan pertanyaan, memberikan komentar, dan saran kepada peserta didik. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif, dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi.

Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Dengan demikian , melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif, analitis , dan kritis.

Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempradugakan suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa, 2005:235).

Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan, yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa, 2005:236).

Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas, dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan, kemudian mereka mempelajari, meneliti, atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno, dan terjadilah diskusi secara luas. Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan, hal itu perlu diperhatikan.

Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Mencari sumber sendiri, dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. Juga mereka diharapkan dapat berdebat, menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. Inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka, dan sebagainya. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry.

Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, obyektif, dan terbuka. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.

Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, manarik kesimpulan dan lain sebagainya.

Tags: metode

Prev: proposal penelitian
Next: kutipan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

kumpulan tips kesehatan dan kecantikan

Jika menurunkan berat badan menjadi target Anda saat ini, coba baca artikel ini. Kami buatkan 31 cara sederhana bersantap sehat setiap hari dalam sebulan, yaitu :

1. MULAILAH HARI Anda dengan segelas jus anggur agar tingkat trigliserida menurun. Trigliserida sering diasosiasikan dengan masalah penyakit jantung.

2. HINDARI OLAHAN makanan yang mengandung lebih dari lima bahan. Semakin banyak bahan yang digunakan, maka proses mengolahnya semakin lama.

3. AMBIL SEDIKIT saja makanan favorit Anda. Ini cara yang sangat jitu untuk menghindarkan diri tergantung pada camilan tersebut.

4. JANGAN MENGUPAS kulit buah tertentu, seperti apel, misalnya. Dengan mengupasnya, kita bisa kehilangan 25 persen vitamin, mineral, dan serat yang dikandungnya.

5. JAUHKAN WADAH permen di ruang lain, jauh dari tempat Anda biasa “mangkal”. Penelitian menunjukkan, dengan berjalan untuk mengambil permen, sebenarnya Anda hanya menyantap setengah dari permen itu. Belum lagi kalau Anda tidak jadi menyantapnya karena malas bergerak untuk mengambilnya.

6. KONSUMSI LEBIH banyak protein jika ingin menurunkan berat badan dengan stabil. Jangan lupa sumber protein non-hewani seperti kacang, tofu, sereal wholegrain, dan kacang buncis. Protein dapat menambah kinerja tubuh sehingga lebih banyak membakar lemak.

7. SIMPAN DAN SAJIKAN semangka pada suhu ruangan. Nutrisinya akan meningkat sebanyak 40 persen. Menurut ahli, kondisi ini dimungkinkan karena terjadi proses pematangan.

8. JANGAN MEMBUANG sayur yang bagian daunnya berwarna hijau gelap, seperti pada bayam atau pak coy. Justru bagian ini paling bernutrisi.

9. ADUK SALAD dengan dressing berbahan dasar cuka, agar kenyang lebih lama.

10. GANTIKAN SOUR CREAM/krim asam dengan yoghurt rendah lemak saat menyajikan kentang panggang atau kroket. Yoghurt rendah lemak ini baik juga digunakan sebagai pengganti mentega pada mashed potatoes.

11. MINUMLAH AIR hangat dengan jus lemon pada pagi hari. Ini seperti mini-detox yang membantu pencernaan dan membersihkan liver Anda.

12. COBALAH MENYANTAP 20 – 30 bahan makanan yang berbeda untuk memperoleh nutrisi maksimal dan manfaat antioksidannya.

13. GANTI SANTAN pada masakan bersantan dengan susu skim evaporated. Kalau ingin tetap ada aroma kelapanya, tambahkan saja sedikit esens kelapa.

14. BAIK SEKALI kalau Anda sering-sering mengonsumsi buncis. Anda bisa menambahkannya pada saus bolognaise. Atau, sajikan buncis dengan saus celupan yang dibuat dari blenderan bawang putih, campurkan minyak zaitun, dan jus lemon sebagai bahan celupan. Bisa juga menambahkannya pada salad.

15. SEBAGAI CAMILAN, lebih baik menyantap sayuran panggang/rebus ketimbang mengunyah sekaleng keripik kentang.

16. JANGAN BERLEBIHAN mengonsumsi produk berlabel low fat atau low carb (karbohidrat rendah). Seringkali produk semacam ini kandungannya tak jauh beda dengan versi aslinya.

17. JANGAN MENCOBA semua menu makanan saat ada jamuan buffet. Cukup pilih satu atau dua jenis yang paling Anda suka, lalu lanjutkan dengan salad.

18. GUNAKAN MINYAK canola atau minya zaitun sebaga olesan pada baking pan dan hidangan, panggangan atau penggorengan. Ini lebih sehat ketimbang mentega atau minyak goreng biasa.

19. JANGAN LAPISI wajan Anda dengan minyak. Tapi campurkan dua sendok makan minyak pada daging, baru masukkan ke wajan panas.

20. MINUMLAH JUS sayur segar setiap pagi. Cobalah wortel, seledri, bayam kecil, timun, selada air atau lobak. Campurkan dengan jus apel sebagai pemanis.

21. SAAT MUSIM mangga, manfaatkanlah. Menyantap 1 buah mangga sudah 100 persen mencukupi kebutuhan betakaroten dan vitamin C. Termasuk sejumlah vitamin E, serat, dan mineral seperti besi, kalsium, magnesium, seng, potasium dan asam folik.

22. GUNAKAN PERALATAN dan mangkuk yang berukuran kecil. Penelitian menunjukkan, kita cenderung makan lebih banyak jika peralatan makan dan piringnya juga berukuran besar.

23. MASAKLAH MASAKAN Anda dengan bawang putih. Satu siung saja dapat membantu menurunkan kolesterol hingga sembilan persen.

24. TETAPLAH GUNAKAN ukuran normal suatu produk. Saat ada promosi, kita cenderung memiliki ukuran family atau ekonomis yang lebih besar dan lebih murah. Kita lupa setiap masih ada sisa makanan, kita cenderung menyantapnya lagi. Tentu jumlahnya lebih banyak dari ukuran biasa.

25. TAK APA menangis. Apalagi jika menangis saat mengupas bawang merah untuk dimasak. Umbi ini memiliki tingkat fitokemikal pelawan kanker yang sangat tinggi.

26. INGIN MENGUDAP? Cobalah yoghurt low fat, cracker wholemeal bersama keju low fat, buah, atau kacang kering.

27. SISAKAN TIGA suap setiap kali Anda makan. Setiap suap mengandung 105 kilojoule (kj). Jadi, sekali makan Anda memotong hingga 315 kj. Artinya bisa mencapai 945 kj per hari!

28. GUNAKAN REMPAH dan bumbu yang segar. Di dalamnya terkandung antioksidan dan bisa memperkaya rasa tanpa tambahan lemak.

29. NIKMATI KOPI dalam ukuran sedang. Penelitian menunjukkan, kopi dapat menurunkan risiko penyakit diabetes, jantung, dan liver.

30. PERHATIKAN KEBIASAAN Anda yang suka menghabiskan makanan Si Kecil atau bahkan menjilati sendok saat memasak. Semua asupan tadi terhitung, lho.

31. ANDA TERBIASA menambah mentega pada sayuran, atau saus krim untuk ikan dan ayam? Cobalah menambahkan jus lemon sebagai gantinya. Dijamin tanpa lemak!
Sumber : Kompas

__________________

Dari tahun ke tahun, resolusi Anda untuk menurunkan berat badan tampak terbengkalai begitu saja? Jangan mau kalah begitu saja. Mulailah mengajak tubuh Anda untuk bergerak perlahan dan raihlah angka bobot ideal tubuh yang Anda impikan. Tak perlu muluk-muluk, cukup dengan langkah-langkah kecil saja, kok. Ini contohnya.

  1. Menetapkan gol latihan yang masuk akal. Kalau tidak, percuma saja Anda berlatih. Cobalah untuk mulai menyiapkan waktu berolahraga dua kali di hari kerja dan sekali pada akhir minggu dengan lama waktu berlatih 30 menit. Jika Anda hanya memiliki waktu 20 menit pun tak masalah. Kuncinya adalah untuk mulai bergerak dan terus bergerak.
  2. Memiliki rekan seperjuangan memang menyenangkan dan bisa dijadikan pemacu pula. Namun, ketika teman seperjuangan yang Anda miliki adalah si dia yang berlainan jenis kelamin, harus dilakukan semacam penyesuaian. Pria harus menyadari bahwa wanita tidak selalu bisa menyamai level intensitasnya. Perlu dihindari pemaksaan dari pria untuk membuat pasangannya berlatih lebih keras. Apa yang terasa baik-baik saja bagi si dia kadang tidak begitu adanya bagi Anda. Karena itu, jangan dipaksakan. Begitu pun dengan rasa makanan.
  3. Pria membakar kalori lebih cepat dibandingkan wanita karena pria memiliki massa otot lebih banyak dan bisa membakar 30-40 persen lebih banyak kalori meski berlatih dengan gaya dan intensitas yang sama. Adalah hal yang tidak realistis untuk mengharapkan hasil yang sama pada pria dan wanita pada waktu yang sama dengan latihan serupa. Jadi, jangan membandingkan diri dengan pasangan Anda ketika menyangkut soal berapa banyak angka yang berhasil diturunkan saat mulai berlatih bersama.
  4. Camilan sehat bisa Anda buat sendiri. Campur kacang almon, kacang kedelai yang diselimuti cokelat, dan yogurt.
  5. Bereksperimenlah dengan bahan-bahan herbal, seperti rosemary, sage, thyme, mint, dan dill. Tak hanya akan menambah rasa pada makanan, tapi juga mengandung banyak nutrisi.
  6. Cari udara segar. Pergi ke gym dari hari ke hari bisa membuat Anda merasa seperti rutinitas dan ini merupakan hal yang berbahaya bagi upaya berlatih Anda. Sesekali, gantilah suasana dengan berjalan kaki, atau berlari, atau bersepeda di luar ruangan.
  7. Set screen saver layar komputer Anda untuk mati setiap setengah jam atau gunakan alarm di jam tangan Anda sebagai penanda bahwa sudah saatnya Anda bergerak. Bergeraklah dengan melakukan semacam peregangan ringan, seperti angkat tubuh dengan tangan di bangku, push up sambil menghadap dinding, dan lainnya. Atau, cukup dengan beranjak dari tempat duduk dan mulai mengitari ruangan. Asal jangan sampai kegiatan ini mengganggu pekerjaan Anda.
  8. Perhatikan sekitar Anda dan lihatlah bahwa masih banyak yang bisa Anda lakukan untuk berlatih di sela-sela waktu Anda. Misal, merapikan halaman rumah, mencabut rumput-rumput liar, menyapu-mengepel, dan lainnya. Trik lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan meregangkan kaki, sambil berjingkat-jongkok saat menelepon. Atau mengangkat kaki sambil meregangkan saat menonton televisi. Cobalah untuk mengambil berbagai momen sebagai kesempatan untuk berolahraga.
  9. Bukan tipe orang yang bisa bangun pagi? Banyak kok orang yang seperti Anda. Jangan terpaku pada omongan yang menyatakan Anda harus berolahraga pada pagi hari. Waktu terbaik untuk Anda berolahraga adalah saat energi Anda berada di titik tertinggi. Kebanyakan orang menyerah ketika mencoba memaksa dirinya untuk berlatih di jam-jam saat tubuhnya menolak untuk bergerak. Jadi, jangan mendaftar untuk kelas yoga pada pukul 06.00 ketika Anda tahu akan sulit untuk Anda bisa memaksa diri datang setiap jadwalnya. Pagi, sore, dan malam adalah waktu ideal untuk berolahraga, tergantung tubuh Anda.
  10. Saat bersama pasangan, cobalah untuk berbelanja bahan makanan bersama. Di setiap perjalanan, pilihlah 1-2 makanan sehat untuk dicoba. Dengan begini, Anda bisa menghabiskan waktu bersama dan merencanakan makanan bersama. Kalau perlu, gunakan buku resep makanan sehat untuk diikuti setiap minggu.

Masih berjuang untuk melenyapkan selulit? Jika produk-produk perawatan selulit yang Anda beli tidak juga membuahkan hasil, cobalah cara yang lebih alami. Kopi, misalnya, ternyata juga bisa berfungsi sebagai scrub untuk bagian tubuh Anda yang dihinggapi selulit. Berikut adalah berbagai trik untuk merawat kesehatan kaki dengan cara alami lainnya:

  1. Tuangkan beberapa sendok ampas kopi bubuk ke atas spons yang lembab, lalu dengan gerakan memutar yang lebar pijat paha dan kaki Anda untuk menghilangkan selulit, kata Janey Lee Grace, penulis buku Look Great Naturally.
  2. Kemudian, gosokkan ke arah atas dan ke bawah kaki Anda,” tutur ahli terapi kecantikan selebriti, Janet Ginnings. “Ibu saya mengajarkan saya melakukan cara ini untuk memecah dan membuyarkan kelebihan air.”
  3. Sekali seminggu, gunakan scrub garam (campuran minyak zaitun dan garam laut) untuk mencegah kulit menjadi kapalan, dan tumit yang pecah-pecah. Kemudian, gosok kulit yang tebal dengan bahan tersebut hingga menjadi lembut.
  4. Biarkan kaki Anda meregang dan bernafas dengan berjalan bertelanjang kaki di sekitar rumah selama mungkin, demikian saran ahli podiatri, Michael O’Neill. Jika Anda mengalami masalah pada kaki, kenakan sepasang sepatu untuk berlari. Sandal jepit atau sandal rumah lainnya memang praktis, tetapi sebenarnya tidak memberikan dukungan yang baik untuk kaki.
  5. Tidak tahan mandi dengan air dingin? Sayang sekali. Menurut Dr Ian Drysdale, kepala British College of Osteopathic Medicine, mandi dengan air dingin setiap hari baik untuk mengencangkan kulit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Buat diri Anda nyaman dengan semburan air dingin selama 30 detik untuk setiap bagian tubuh setelah ritual mandi selesai,” kata Drysdale, yang selama 55 tahun selalu mandi air dingin.

Area lipatan pangkal paha memang sering kali berwarna lebih gelap dari bagian tubuh yang lainnya. Bagi beberapa orang, kondisi ini sering kali dirasa mengganggu secara penampilan.

Ya, warna gelap di lipatan pangkal paha ini bisa terjadi karena berbagai faktor, demikian menurut dokter Erawita Moegni, SpKK, spesialis kulit dari Clinique Suisse-Jakarta. Kondisi yang tidak menyenangkan ini, antara lain, disebabkan faktor hormonal maupun akibat iritasi pada lipatan pangkal paha yang meninggalkan pigmentasi berlebih.

Masalah kehitaman pada area lipatan paha ini sering ditemukan pada wanita dengan berat badan berlebih. Resistensi insulin yang kerap terjadi pada wanita dengan berat badan berlebih memicu warna lebih gelap pada area lipatan.

Bila kehitaman disebabkan berat badan berlebih, sebaiknya dilakukan diet terlebih dahulu. Setelah berat badan ideal, kemudian dapat dilakukan perawatan pemutihan.

Perawatan pemutihan bisa dimulai dengan menggunakan whitening agent berupa krim yang mengandung asam glicolic, arbutin, ataupun hidroquinon.

Penggunaan whitening agent biasanya juga dikombinasi dengan krim tretinoin yang bermanfaat untuk meregenerasi sel-sel kulit. Krim-krim ini digunakan 3-4 minggu sebelum perawatan selanjutnya. Selain mengurangi gradasi area intim yang menghitam, juga sebagai pengondisian kulit lipatan. Tujuannya agar area lipatan yang berkulit tipis itu tidak mudah iritasi bila dilakukan perawatan yang sifatnya lebih radikal.

Perawatan selanjutnya dengan mikrodermabrasi pada area yang menghitam tersebut. Tentu saja dengan menggunakan tip yang lebih kecil agar fleksibel mencapai area intim yang tersembunyi. Mikrodermabrasi bisa dilakukan 2-3 minggu sekali sembari tetap menggunakan perawatan menggunakan krim.

“Biasanya mikrodermabrasi dilakukan 4 kali dalam 1 paket perawatan. Setelah selesai 1 paket perawatan, biasanya sudah terlihat hasilnya,” ungkap dokter Era.

Bila perawatan dirasa masih kurang maksimal, dapat dilakukan mikrodermabrasi lagi sesuai kebutuhan. Namun, bila dirasa sudah cukup, perawatan krim bisa diteruskan hingga beberapa minggu kemudian.

Untuk perawatan pranikah, dokter Era menyarankan untuk mempersiapkan perawatan minimum 1-2 bulan sebelum hari H. Walaupun, menurut dokter Era, ini juga belum tentu bisa memberi hasil maksimal.

“Yang terpenting, upayakan agar berat badan cukup ideal serta tak menggunakan pakaian dalam terlalu ketat ataupun berkaret kencang,” pungkas dokter Era mengingatkan.

(Laili Damayanti/Tabloid Nova), kompas.com

Bagi banyak wanita selulit dan stretchmark adalah musuh kecantikan kulit. Sebagian besar kemudian berjuang untuk mencari diet untuk menghindari kulit jeruk sekaligus membantu melembabkan kulit.

Menu diet yang tepat membantu menjaga kelembaban dan kehalusan kulit. Asupan menu yang cukup, menurut juru bicara Asosiasi Diet Amerika, Christine Gerbstadt, mampu mencegah munculnya kulit ‘jeruk’ di permukaan kulit. Inilah beberapa di antaranya seperti dikutip dari laman Self.

Minum cukup
Kulit yang terhidrasi dengan baik akan tampak licin dan sehat. Kulit bagian tertentu seperti paha, memiliki lapisan lebioh tebal dan rawan selulit. Minum air dalam jumlah cukup mencegah lapisan kulit yang akan menutupi lapisan lemak penyebab selulit. Dianjurkan minum delapan liter air setiap hari serta makanan yang mengandung air. Apel, anggur, mentimun, memiliki cairan lebih banyak dan mengurangi massa tubuh lebih baik.

Sayuran Warna cerah
Sayuran warna cerah yang sarat vitamin C mencegah kerusakan kolagen. Kolagen berfungsi mendukung struktur kulit, dan jaringan lemak. Saat untaian ini melemah, dapat menyebabkan kisut pada lapisan lemak kulit bergelombang atau selulit.

Studi Arizona State University menunjukkan vitamin C membantu membakar lemak hingga 30 persen selama olahraga. Makan makanan dengan vitamin C sedikitnya 75 gram setiap hari untuk kulit mulus.

Sereal gandum
Karbohidrat sederhana seperti nasi, roti putih dan sereal manis akan menaikkan hormon insulin dengan cepat. Insulin yang melonjak merupakan sinyal agar tubuh menyimpan lebih banyak lemak dan mencipta kelebihan lemak baru melalui jaringan ikat penyebab selulit. Biji-bijian seperti beras merah, oatmeal dan jagung atau popcorn tanpa tambahan tidak akan mengacaukan gula darah.

Plus, biji-bijian mengandung lebih banyak serat yang penting menjaga kerampingan tubuh. Dapatkan sumber karbohidrat kompleks sedikitnya setengah porsi setiap hari.

sumber: Petti Lubis, Anda Nurlaila, VIVAnews

SEIRING usia bertambah, kulit wajah kaum wanita berubah menjadi keriput. Hanya dengan perawatan kulit wajah, masalah keriput bisa ditunda.

Berikut ini tip dari pakar kesehatan dan kecantikan perempuan dr Sonia Wibisono menjaga agar wajah tak cepat tua:

  1. Jangan terlalu kasar dan terlalu sering mencuci wajah. Jika terlalu sering dibersihkan, kelembapannya hilang.
  2. Berhentilah merokok. Selain merokok tidak baik untuk kesehatan, merokok juga dapat membantu mempercepat timbulnya keriput pada wajah, terutama di daerah ujung mata.
  3. Menjaga berat badan. Agar wajah tidak cepat keriput, mulailah menjaga bobot badan.
  4. Terlalu banyak cemberut ternyata dapat mengakibatkan munculnya keriput lebih awal. Mulailah untuk lebih sering tersenyum.
  5. Mengonsumsi makanan yang bergizi ternyata dapat mencegah timbulnya keriput pada wajah.
  6. Hindari sinar matahari secara langsung pada wajah. Lindungi wajah dengan payung atau topi. Atau bisa dengan kacamata hitam. Tetapi jangan sembarangan memilih kacamata yang dapat menyerap panas justru akan mempercepat munculnya keriput.

Produk alami oriflame, untuk perawatan wajah anda, klik disini!

sumber: (Genie/Genie/tty), okezone.com, editor: resep

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

contoh RPP matematika kelas VIII

RENCANA PEMBELAJARAN

Sekolah                                   : SMPN 5 Tamiang Layang

Hari / Tanggal                       : Senin / 15 – 11- 2010

Nama Guru                            : Rosiani, S.Si

Mata Pelajaran                       : Matematika

Kelas/Semester/Tapel         : VIII B/ 1/2010-2011

Standar Kompetensi              : Memahami bentuk aljabar,  relasi, fungsi dan persamaan garis lurus

Kompetensi Dasar                 : Menentukan gradien, persamaan garis lurus

Indikator                                 : Menggambar grafik garis lurus

Waktu                                     : 2 x 40 menit  ( 2 jam pelajaran )

Jumlah Siswa                         : 19 orang, hadir 19 orang, tidak hadir 0 orang

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Siswa dapat menggambarkan grafik  garis lurus

B. MATERI AJAR

Menggambar grafik garis lurus

C.     METODE PEMBELAJARAN

Metode pengajaran yang dipakai adalah :   demontrasi dan diskusi kelompok

D.  LANGKAH LANGKAH KEGIATAN

1.      Pendahuluan

§         Guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;

§         Guru memberikan pre test

§         Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan  pengetahuan sebelumnya dengan materi yang dipelajari “ bagaimana menentukan persamaan garis melalui 2 titik “

§         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

2.      Kegiatan Inti

a.      Guru mendemontrasikan langkah-langkah menggambar grafik garis lurus  dari suatu persamaan ;

b.      Guru membimbing siswa menggambar grafik ;

c.       Siswa dibagi 5 kelompok terdiri dari 3 – 4 orang dan diberikan soal yang berbeda tiap kelompok ;

d.      Hasil tiap kelompok  akan dibahas di depan kelas dan di nilai masing-masing selama 10 menit.

3.      Penutup

a.      Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan ;

b.      Guru memberika post test ;

c.       Guru memberikan PR  kepada siswa ;

d.      Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.   ALAT DAN SUMBER BELAJAR

v      Alat     : kapur tulis, penggaris dan penghapus

v      Bahan :

1.      Buku Matematika 2 untuk SMP / MTs kelas VIII. Penerbit : Erlangga.

2.      Buku Matematika kelas VIII SMP / MTs. Penerbit : PT. Setia Purna Inves.

3.      Referensi lainnya.

F.   PENILAIAN

Tekhnik    : Tes tulis

Bentuk Instrumen :  tes uraian

Instrumen

    1. Gambarlah grafik dari persamaan garis :

a.      4x + 2y  = 5

b.      y = 4x

c.       y = -2x

d.      -2x + 3y = 6

e.       y = x

KUNCI JAWABAN

a.      4x + 2y = 5 Û  2y = 5 – 4x  Û y = 5/2 – 2x

Titik potong terhadap sumbu x :

Jika y = 0 Þ  0 = 5/2 – 2x

2x = 5/2   Û 4x = 5

x  = 5/4 sehingga titik potongnya adalah ( 5/4 ;0 )

titik potong terhadap sumbu y :

Jika x = 0 Þ  y = 5/2 – 2. 0

y = 5/2   Û

sehingga titik potongnya adalah ( 0 ;5/2 )

grafik garis lurusnya adalah

Y

3

( 0:5/2)

2

1

( 5/4:0) X
-2 -1

1

2

-1

-2

b.      Hjj

c.       Fgh

d.      Jj

e.       kkk

Mengetahui :

Kepala SMPN 5 Tamiang Layang,

Haripanda, S.Pd

NIP. 19680512 199412 1 003

           Jaar,       Oktober  2010

Guru Mata Pelajaran,

Rosiani, S.Si

NIP. 19830509 200903 2 009

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Analisis hasil PTK

Analisis Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK),

Tindak Lanjut Dan Penulisan Laporan

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada proses analisis hasil PTK

1.       Data penelitian tindakan kelas pada dasarnya dikumpulkan oleh guru yang berperan sebagai peneliti dan pengajar, dan jika perlu dapat dibantu oleh teman sejawat. Data tersebut lebih banyak bersifat kualitatif, meski ada juga yang berupa data kuantitatif.

2.       Analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar.

3.       Sehubungan dengan butir 2, maka analisis data dilakukan dengan cara memilih, memilah, mengelompokkan, data yang ada, merangkumnya, kemudian menyajikan dalam bentuk yang mudah dibaca atau dipahami. Penyajian hasil analisis data kualitatif dapat dibuat dalam bentuk uraian singkat, bagan alur, atau tabel sesuai dengan hakikat data yang dianalisis.

4.       Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif untuk menemukan persentase, dan nilai rata-rata. Penyajian hasil analisis dapat dilakukan dengan membuat tabel distribusi atau grafik.

5.       Interpretasi data adalah upaya peneliti untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Interpretasi ini pada gilirannya akan menjadi temuan penelitian.

6.       Analisis yang akurat dan cara penyajian yang tepat akan memungkinkan tafsiran/interpretasi hasil penelitian yang akurat dan valid itu. Oleh karena itu, guru harus sangat berhati-hati dalam melakukan analisis. Kekurang-akuratan dapat diminimalkan dengan melakukan “cross check” dengan sumber data atau dengan data lain yang sejenis.

7.       Agar mampu melakukan analisis data, guru harus banyak melakukan latihan dan bekerja dalam kelompok.

8.       Menyimpulkan adalah mengikhtisarkan atau memberi pendapat berdasarkan apa-apa yang diuraikan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kesimpulan atau simpulan adalah kesudahan pendapat atau pendapat terakhir yang dibuat berdasarkan uraian sebelumnya.

9.       Dalam kaitan dengan PTK, kesimpulan harus disusun secara singkat, padat, dan jelas; sesuai dengan uraian, dan mengacu kepada pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan. Di samping itu, kesimpulan harus disusun secara sistematis sesuai dengan urutan pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan.

10.   Penyusunan kesimpulan seyogianya dilakukan melalui langkah-langkah: (1) memeriksa dan memahami pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan, (2) mencermati, menganalisis, dan mensintesis deskripsi temuan, (3) menulis kesimpulan untuk setiap pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan, (4) mengurutkan setiap butir kesimpulan sesuai dengan urutan pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan, serta (5) memeriksa kesesuaian antara pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan dengan deskripsi temuan, dan kesimpulan.

11.   Saran dimaknai sebagai: pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Dalam kaitan dengan PTK, saran merupakan pemikiran yang diajukan oleh guru peneliti untuk menindaklanjuti hasil penelitiannya.

12.   Saran tindak lanjut hasil PTK harus memenuhi rambu-rambu: (1) bersumber atau sesuai dengan kesimpulan, (2) bersifat kongkret, operasional, dan penting, sehingga menarik untuk dilaksanakan oleh guru, (3) jelas sasarannya, apakah ditujukan kepada guru atau sekolah, atau barangkali instansi lain, serta (4) dapat meliputi hal-hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian.

13.   Pembuatan saran dapat dilakukan melalui langkah-langkah: (1) mencermati kesimpulan hasil PTK, (2) mengkaji aspek-aspek dari kesimpulan tersebut yang perlu ditindaklanjuti, baik oleh guru peneliti, guru lain, maupun sekolah, (3) menetapkan kepada siapa saran tersebut akan ditujukan, serta (4) menulis saran.
Tindak Lanjut Hasil Perbaikan

Cara Penulisan Laporan Hasil PTK

1.       Laporan PTK adalah laporan yang ditulis secara sistematis berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. Laporan ini ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, harus diserahkan kepada pihak sponsor, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh para guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan.

2.       Sistematika laporan PTK pada umumnya tidak jauh berbeda dari laporan penelitian formal. Sesuai dengan format Laporan PTK yang terdapat dalam Panduan Direktorat Jenderal Pendidikan, maka Sistematika Laporan PTK dibuat sebagai berikut.

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Abstrak
Daftar Isi

a. I. Pendahuluan

1.       Latar Belakang Masalah (data awal dalam mengidentifikasi masalah, analisis masalah, dan pentingnya masalah dipecahkan).

2.       Rumusan Masalah

3.       Tujuan Penelitian

4.       Manfaat Penelitian

2.       Kajian Pustaka

3.       Pelaksanaan Penelitian

1.       Subjek Penelitian (Lokasi, waktu, mata pelajaran, kelas, dan karakteristik siswa)

2.       Deskripsi per Siklus: (rencana, pelaksanaan, pengamatan/pengumpulan data/instrumen, refleksi)

4.       Hasil Penelitian dan Pembahasan

5.       Deskripsi per siklus (data tentang rencana, pengamatan, refleksi), keberhasilan dan kegagalan, lengkap dengan data.

6.       Pembahasan dari setiap siklus.

1.       Kesimpulan dan Saran

1.       Kesimpulan

2.       Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

1.       Judul penelitian hendaknya menggambarkan aktivitas perbaikan yang dilaksanakan sebagai fokus PTK.

2.       Abstrak memuat sari pati dari setiap komponen penelitian, mulai dari masalah, tujuan penelitian, pelaksanaan penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Dengan membaca abstrak, orang akan mendapat gambaran umum mengenai PTK yang dilaporkan.

3.       Pendahuluan memuat latar belakang munculnya masalah, analisis dan perumusan masalah, serta tujuan dan manfaat penelitian.

4.       Kajian pustaka menguraikan tentang berbagai teori/hasil penelitian yang terkait dengan masalah penelitian, yang dapat dijadikan acuan dalam merancang perbaikan dan membahas hasil penelitian.

5.       Pelaksanaan penelitian mengungkapkan tentang subjek penelitian, prosedur pelaksanaan per siklus, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, dan cara refleksi.

6.       Hasil Penelitian dan Pembahasan menyajikan hasil penelitian setiap siklus dengan data lengkap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pengamatan, refleksi, yang berisi penjelasan tentang keberhasilan dan kelemahan yang terjadi. Bagian ini didukung dengan tabel dan grafik, dan disertai dengan pembahasan mengapa hasilnya seperti itu.

7.       Kesimpulan dan saran berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.

8.       Daftar Pustaka memuat semua sumber yang digunakan sebagai acuan, yang disusun berdasarkan abjad dengan menggunakan gaya penulisan tertentu

Diseminasi Hasil PTK

1.       Dalam menulis laporan PTK, perlu diperhatikan berbagai ketentuan, seperti: (1) etika penulisan, (2) penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis, serta (3) berbagai ketentuan teknis.

2.       Etika penulisan mencakup: (1) kejujuran, (2) keobjektifan, dan (3) pengutipan. Ketiga aspek ini sangat berkaitan erat. Kejujuran menuntut penulis jujur terhadap diri sendiri dan orang lain dengan cara mengungkapkan dan menafsirkan data/informasi apa adanya tanpa dicampuri oleh kepentingan pribadi. Keobjektifan menuntut penulis menyajikan informasi sebagaimana adanya, tanpa manipulasi, sehingga apa yang dibaca oleh pembaca memang benar adanya. Pengutipan berkaitan dengan mengutip atau menggunakan pendapat orang lain dalam tulisan. Dalam hal ini, penulis harus mencantumkan sumber kutipan dengan mengikuti aturan yang berlaku.

3.       Penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis, menuntut penulis memperhatikan kaidah-kaidah bahasa tulis, sehingga tingkat keterbacaan laporan menjadi tinggi. Kaidah bahasa tulis paling tidak mencakup: (1) pilihan kata, (2) struktur kalimat, (3) paragraf, dan (4) ejaan. Kata/istilah yang digunakan dalam laporan seyogianya merupakan kata/istilah baku yang diketahui oleh umum, kalimat cukup lugas dan memenuhi unsur-unsur kalimat sempurna, paragraf merupakan paparan buah pikiran yang utuh, serta cara penulisan harus mengikuti aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

4.       Ketentuan teknis berkaitan dengan penampilan laporan yang mudah dibaca. Ketentuan ini mencakup, sistem penomoran, cara mengutip, serta huruf, spasi, dan margin. Sistem penomoran dapat menggunakan sistem digit atau campuran angka dan huruf, asal digunakan secara konsisten. Cara mengutip mengikuti aturan American Psychology Association (APA); sedangkan huruf yang digunakan adalah Times New Roman atau Arial dengan font size 12, spasi 1,5; serta margin 4 cm dari pinggir kiri dan atas, dan 3 cm dari pinggir kanan dan bawah.

5.       Laporan PTK dapat didiseminasikan melalui berbagai pertemuan tatap muka seperti seminar, rapat kerja, kelompok kerja guru (MGMP dan PKG); di samping melalui berbagai media, seperti majalah, jurnal, atau buletin.

Sumber Buku Penelitian Tindakan Kelas Karya I GAK Wardani

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

1 Komentar

Filed under Uncategorized